oughh…there’s a lot of traffic point in this town
!!! too many vehicles around every morning and night. well it doesn’t the problem of the equity of road and the number of vehicle i think. but more to the concerning of the road user - the street habbits!!
too many number vehicle in this town…as the increasing of the public transport price, the result are the increasing incentive to owned a vehicle. and most of it are motorbike - the most congestion caused in Jakarta. dimana2 pasti macet karena "motor"…g bisa disalahin juga, coz we’re all lookin for the cheaper value to be able for travel. ujung2nya balik ke masalah ekonomi, once the investment are made…every miles traveled become cheaper! berhubung pajak kendaraan di Indonesia tinggi buuanggett, maka most of vehicles here are motorcycle.
such my travel to my office this morning…i almost stucked 1/2 hour not moving from the spot, and it was all because the motorbikers won’t be more patient to wait the traffic queue. mereka g sabaran untuk nunggu, dan berusaha untuk bisa maju sampe menuh2in jalur arah balik…WHAT A NUTZ!!! n yang ada traffic makin parah dan g bergerak sama sekali. APA SIH YANG ADA DI OTAK MEREKA!!! SO SELFISH!!!
the congestion problem can caused by many factor, such :
1.the equity between road and user
2.number of vehicle
3.the infrastructure quality - wheter the road problem or the road condition
4.region capacity
5.region facilities that caused people travel to there
6.the availability of vacant land for parking purpose.
7.drive and road regulations *salah satu unsur yang sebetulnya penting banget untuk dipatuhin…but most of us are ignoring it*
Beside that factors, the most importan thing is the road user habits! jika kita semua punya kepedulian yang tinggi dalam menggunakan jalan, pasti tingkat kepadatan arus and kemacetan bisa diminimalisir *coz untuk menghilangkan masalah kemacetan sangatlah dirasakan sulit mengingat terlalu banyak faktor yang berkaitan*. Terus terang *bukan bermaksud memojokkan para pengguna motor* para pengguna motor di Jakarta, sebagian besarnya adalah "orang2 yang kurang sadar dan perduli tentang pemakaian jalan" *most people will agree with my conclution*. kalian bisa lihat di sebagian besar daerah kemacetan, pasti akan banyak ditemui stuck-spot karen barikade motor2 yang g sabaran untuk lewat, dan akhirnya mengambil seluruh lahan yang ada yang seharusnya digunakan oleh arah balik, bahkan jalur pedistrian!!! the most Indonesian biker still using their pedistry-nature in road…mereka seenaknya aja jalan dimana mereka suka, and some time mereka dengan seenaknya juga potong jalur keKanan/Kiri with ignoring the road situation
…itukan naluri alamiah pejalan kaki banget kan - belok kiri/kanan kalo’ didepan mereka ada batu/lubang seenak hati?!! Selain itu para supir bus and angkot juga merupakan "manusia yang paling rendah kesadaran dalam berkendaraan", dan ini bukan hanya sebagian besar…bahkan hampir seluruhnya…*most people will agree with me!!!*. Most of biker and bus driver bener2 kurang kesadaran dalam berkendaraan!! balik lagi ke masalah road user habbits…dan gw rasa masalah ini g akan selesai kalo’ masing2 pengguna jalan masih rendah kesadarannya. menurut gw salah satu cara ampuh penyelesaian yang mungkin bisa diterapkan di awal2 ini untuk menangani masalah road user habbits adalah "sabar"…mmm, sapa yang setuju??? asalkan juga pada tau diri yang lain…mentang2 kita sabar, yang lain jangan jadi malah keenakan!!! Peningkatan Kesadaran Sosial Manusia itu yang harus direncanakan, diterapkan, dan diaplikasikan ke masyarakat, even since they’re very young. jangan malah jadi contoh yang buruk buat yang lain…we’re not living only for today…still thoulsan of tomorrow in front!!
-mEd’z- 